Di Demam Isu Kemarau Panjang Harga Beras Naik

 

beras merupakan materi pokok masakan bagi kita semau, sehingga setipa orang setiap hari niscaya memrlukan beras. masarakat gedangsari untuk memenuhi kebutuhan berasa mereka menanm padi sendiri.

kemarau panjang yang terjadi di� gunungkisul� tampaknya mulai kuat terhadap harga beras di pasaran. Informasi darai pedagang beras, harga beras mulai merambat. kareana di sebabkan produksi gabah berkurang sehingga bersa mahal.

beras merupakan materi pokok masakan bagi kita semau Di Musim Kemarau Panjang Harga beras NaikPara petani di Gunungkidul khusunya di wilayah kecamatan gedangsari menanam padi dengan sisitem pengairan� tadah hujan dalam artian para petani menanam padi di ketika turun hujan saja sehingga pada trend kemarau para petani tidak dapat mennam padi. dalam satu tahun para petani hanya dapat menanam padi� dua kali tanam. sehingga kemaru panjang menjadikan harga beras naik.

petani mustahil menjual beras� hasil panenya, lantaran beras hasil panennya di gunakan untuk cadangan di ketika kemaru panjang, terkadang masih kurng dan harus membeli untuk menuntupi kekurangan. Biasanya kenaikan beras ini akan berlangsung selama kemarau sampai trend penghujan datang� sesudah para petani panen padi.

menurut salah seorang pedagang beras di pasar hargomulyo menyampaikan bahwa berasa sudah mulai naik satu berok beras sudah mencapai harga sepuluh ribu. Ukuran yang di gunakan masarakat gedangsari selain timbangan meraka lebih banyak memakai berok. harga beras di ketika trend panena kurang lebih hanya tujuh sampe delapan rubu saja.

Namun masarakat gedangsari bila kekurangan cadangan beras, kini sudah terbantu oleh sumbangan raskin. ini merupakan agenda pemerintah yang memperlihatkan sumbangan beras kepada masarakat miskin. tapi berasa raskin ini kurang begitu yummy jikalau di bandingkan dengan beras produksi sendiri. selain itu untuk mengatasi kekurangan stok beras masarakat gedangsari mengkonsumsi nasi tiwul nasi ini berbahan dasar dari ketela pohong.