Gejog Lesung Akankah Punah Kini?

 Gejog lesung merupakan salah satu seni tradisional dari Yogyakarta Gejog Lesung Akankah Punah Kini?

Gejog Lesung Akankah Punah Kini? – Gejog lesung merupakan salah satu seni tradisional dari Yogyakarta. Seni yang merupakan bentuk ucapan syukur kepada Dewi Sri atau Dewi Padi atas melimpahnya panen padi itu terancam punah. Dulu, lesung digunakan untuk memisahkan pada dari batangnya.

Perkembangan zaman memang memudahkan insan untuk mengolah padi dengan cepat. Menumbuk di dalam lesung sudah dinilai kurang efektif. Tapi seiring perkembangan jaman kesenian Gejog Lesung ini hanya dimainkan pada dikala program � program tertentu saja menyerupai Bersih desa, upacara watak atau penyambutan tamu yang berkunjung ke desa.

Yang Khas Dari Gejog Lesung

Ciri khas dari kesenian Gejog Lesung ini yakni alu dan lesungnya. Alu yakni alat yang terbuat dari kayu untuk menumbuk, sedangkan lesung (berbentuk menyerupai perahu) digunakan untuk memisahkan padi dari tangkainya. Biasanya alu ini akan ditabuh oleh tujuh sampai delapan orang.

Agar lebih menarik, tradisi ini sudah dipadu dengan nyanyian-nyanyian Jawa menyerupai Caping Gunung serta lagu panembrama. Biasanya pula ada penari yang melenggak-lenggok �untuk mengiringi bunyi gejog lesung thok-thek-thok-thek.