Gunungkidul Ada Ritual Cupu Kiai Panjala Untuk Melihat Era Depan

Gunungkidul Ada ritual Cupu Kiai Panjala Untuk Melihat Masa Depan – Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang menjadi nirwana tradisi serta beberapa kearifan lokal yang masih terjaga dan di uri- uri oleh warga masyarakat, diantaranya ialah Ritual Pembukaan Cupu Panjolo.

Cupu Panjolo merupakan pusaka berbentuk cupu (Guci) terdapat di padukuhan Mendak, Girisekar, Kecamatan Panggang , Gunungkidul tepatnya disimpan di rumah Bapak Dwijo Sumarto keturunan Kiai Panjolo yang disimpan di dalam 1 peti kayu dan berjumlah tiga buah cupu ( Ukuran besar : Semar Kinando , Ukuran sedang : Palang Kinantang , Ukuran Kecil Kenthiwiri).

Gunungkidul Ada ritual Cupu Kiai Panjala Untuk Melihat Masa Depan  Gunungkidul Ada Ritual Cupu Kiai Panjala Untuk Melihat Masa DepanRitual Pembukaan Cupu Panjolo

Pusaka Kiai Panjolo dibuka setahun sekali dan biasanya dipadati pengujung dari banyak sekali pelosok di Gunungkidul dan Yogyakarta serta ada rombongan pengunjung dari luar kota menyerupai Jakarta , Semarang, Bandung dan kota � kota lainya.

Konon pusaka ini sanggup memperlihatkan petunjuk � petunjuk perihal insiden � insiden yang akan terjadi di Indonesia setahu ke depan. Petunjuk � petunjuk yang diberikan cupu , berupa simbol � simbol alam menyerupai daun, pasir,gambar,bercak darah dan lain lain.

Ritual Pembukaan Cupu Kiai Panjolo ialah Salah satu ritual yang cukup dinantikan � tunggu warga masyarakat di Gunungkidul alasannya ialah hanya dilakukan 1 kali dalam setahun malam selasa Kliwon pada musih Labuh ( menjelang animo hujan ) , berdasarkan keyakinan sebagain pengunjung yang tiba ,gambar atau simbol � simbol yang terdapat ataupun tergambar dalam pembungkus cupu panjolo yang berjumlah ratusan helai kain kafan (mori) �dan posisi cupu di dalam peti merupakan ramalan kejadian yang akan terjadi di tahun mendatang.

Uniknya jikalau kita berkunjung atau ikut menyaksikan ritual pembukaan Cupu Kiai Panjolo kita akan disuguhi makanan berupa Nasi Uduk ( sego gurih) dan ingkung , dengan cara makannya Kembulan ( satu piring dimakan 2-3 Orang). Dan sehabis program kenduri bersama barulah Cupu Kiai Panjolo dikeluarkan dari penyimpanannya.