Jenang Dalam Sajen Upacara Moral Kelahiran Anak Gunungkidul

Jenang Dalam Sajen Upacara Adat Kelahiran Anak Gunungkidul Jenang Dalam Sajen Upacara Adat Kelahiran Anak Gunungkidul

Jenang Dalam Sajen Upacara Adat Kelahiran Anak Gunungkidul – Sajen jenang-jenangan dalam ritual Jawa yaitu sesaji atau sajen yang dilakukan untuk merayakan insiden kelahiran. Jenang atau bubur merupakan ubo rampe yang selalu dilakukan orang Jawa ketika terjadi kelahiran seorang anak.

Ubo rampe ini terdiri dari jenang putih, jenang abang, jenang baro-baro, dan jenang pliringan yang masing-masing mempunyai makna yang berbeda.

Macam´┐Ż Dan Simbol Jenang

 

Jenang Putih yaitu bubur yang berwarna putih. Bubur putih merupakan ubo rampe yang terbuat dari beras dan diberi sedikit garam. Bubur putih ini dimaksudkan sebagai penghormatan dan cita-cita seseorang yang ditujukan kepada orang bau tanah atau leluhurnya semoga senantiasa diberi doa restu dan mendapat keselamatan.Jenang Abang yaitu bubur yang berwarna merah. Bubur merah merupakan ubo rampe yang terbuat dari beras dengan dibumbui sedikit garam dan dicampur dengan gula Jawa sehingga berwarna merah. Jenang Abang dimaksudkan sebagai penghormatan dan permohonan kepada orang bau tanah semoga diberi doa dan restu sehingga selalu mendapat keselamatan.Jenang baro-baro yaitu bubur yang terbuat dari bekatul atau tepung kulit beras dan di atasnya diberi belahan kecil-kecil gula merah. Ubo rampe jenang baro-baro ini dimaksdkan sebagai penghormatan kepada kakang kawah adi ari-ari atau air ketuban dan tembuni yang keluar dikala bayi dilahirkan.Jenang pliringan yaitu bubur yang terbuat dari beras yang bentuknya separuh merah dan separuh putih. Ubo rampe jenang pliringan ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada prajurit Ratu Kidul yang bertugas di angkasa dan daratan.