Kesenian Jelantur Gunungkidul, Seni Tradisional Warisan Leluhur

 Sebagai warga Gunungkidul yang baik seharusnya kita lebih bisa peduli dengan budaya  Kesenian Jelantur Gunungkidul, Seni Tradisional Warisan Leluhur

Kesenian Jelantur Gunungkidul, Seni Tradisional Warisan Leluhur – Sebagai warga Gunungkidul yang baik seharusnya kita lebih bisa peduli dengan budaya � budaya orisinil warisan leluhur yang di tinggalkan dan masih dilestarikan hingga dikala ini, diantaranya salah satu kesenian di gunungkidul yang sekarang sudah mulai luput dari sorotan mata bahkan jarang sekali diangkat ke permukaan.

Kesenian tradisional Jelantur merupakan kesenian tradisional dari Dusun Nganjir, Desa Karangsari Kecamatan Semin Gunungkidul.

Kelompok kesenian dari� Nganjir Karangsari ini masih melestarikan kesenian tradisional Jelantur. Menurut penata tari kesenian Jelantur, Sri Suhartanti, semenjak tahun 1975, kelompok kesenian yang ia ikuti ini terus menjaga dan melestarikan seni tradisi Jelantur sebagai seni pertunjukan.Sejarah Kesenian Jelantur

 Sebagai warga Gunungkidul yang baik seharusnya kita lebih bisa peduli dengan budaya  Kesenian Jelantur Gunungkidul, Seni Tradisional Warisan Leluhur

Pada awalnya, kesenian Jelantur dipakai sebagai media bagi pemuka agama untuk mengumpulkan masyarakat ketika hendak melaksanakan syiar agama Islam.� Pada jaman dulu, pemuka agama kesulitan untuk berdakwah alasannya yaitu susah mengumpulkan masyarakat. Sehingga para pemuka agama membunyikan alat musik� tradisional disertai tari-tarian untuk menarik perhatian masyarakat. Dalam perkembangannya, seni� Jelantur bisa dikemas menjadi pertunjukan seni tradisi yang menarik.

Kesenian tradisional Jelantur dimainkan 18 warga masyarakat Dusun Nganjir Karangsari. Sementara enam orang lainnya menjadi pemusik. Dari 18 orang itu,10 orang menjadi penari, 1 orang menjadi kapten . 10 penari seni Jelantur mempunyai gerakan tari berbeda-beda sesuai dengan atribut yang� digunakan. Ada penari yang menggunakan jaran kepang, memegang pedang kayu tunggal dan kembar serta rontek (tombak).

Seni Jelantur berasal dari kata �jelajah lan tutur�. Para penari Jelantur menarikan beberapa bab tarian. Misalnya gerakan menciptakan barisan menutup dan membuka, merapat atau melebar. Mereka menggunakan seragam tari kain celana panjang dibawah lutut, kain jarik batik bermotif serta selendang warna kuning. Setiap akan berganti gerakan tari berbaris atau memulai dan berganti pasangan berperang,� kapten penari akan membunyikan peluit. Demikian gerakan tari Jelantur dipentaskan antara 30-45 menit.