Kesenian Ledek Kreatifitas Masyarakat Desa Ngalang Gedangsari

Kesenian Ledek Kreatifitas Masyarakat Desa Ngalang Gedangsari – Kesenian Ledhek merupakan kesenian rakyat yang hadir sebagai suatu hasil dari kreatifitas masyarakat di Desa Ngalang, kecamatan gedangsari, kabupaten Gunungkidul. Kesenian Ledhek ini sudah ada semenjak zaman Babad Gianti Mataram, namun gres diresmikan pada tahun 1984 atas prakarsa Bapak Hadi Sumardis Hono selaku pemimpin organisasi, semoga kesenian tersebut resmi menjadi salah satu kesenian milik masyarakat.

Sejak dahulu kesenian ini dipakai sebagai sarana ritual higienis desa oleh masyarakat Ngalang, sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang didapatkan.

Kesenian Ledek Kreatifitas Masyarakat Desa Ngalang Gedangsari  Kesenian Ledek Kreatifitas Masyarakat Desa Ngalang Gedangsari

Penyajian Kesenian Ledhek

Bentuk penyajian kesenian Ledhek dalam Upacara higienis Desa di dusun Karang tengah, Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul ini terdiri dari 2 adegan� yaitu : Adegan I, ketiga penari� Ledhek menari bersama di atas panggung tanpa ada� pengibing. Tarian pada adegan pertama ini ditujukan khusus kepada Sri Semoro Bumi. Masyarakat meyakini bahwa yang ghaib tetap ada dan menyaksikan tarian tersebut. Adegan II yaitu adegan ibingan yaitu penari Ledhek menari dengan Pengibing.

Penyajian kesenian Ledhek dalam Upacara Bersih Desa ini ada� 3 tahap ibingan sebagai berikut : Ibingan pertama oleh Bocah angon, Ibingan Kedua oleh Para Sesepuh Desa maupun Para Pejabat dan Ibingan ketiga, oleh orang yang punya nadzar atau janji. Kesenian ini dibawakan oleh 3 orang penari putri. Alat musik yang dipakai berupa gamelan yaitu Bonang, Saron, Demung, Kendang, Kempul, Gong dan kenong.

Makna Kesenian Ledhek Desa Ngalang, Gedangsari

Fungsi kesenian Ledhek di Dessa Ngalang, Dusun Karang Tengah, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul ialah sebagai media ritual Upacara higienis Desa. Kesenian ini hanya dipentaskan pada ketika Upacara higienis Desa di hari Senin Pahing, dengan maksud hari tersebut memang semenjak dahulu dipakai sebagai hari yang baik dan hari yang disukai oleh Danyang di kawasan setempat. Kesenian Ledhek dalam upacara higienis desa juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan sosial, sebagai pelestari budaya, sebagai sarana masyarakat untuk mendapat penghasilan dan sekaligus sebagai hiburan