Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul

Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul

Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul –� Rasulan �adalah tradisi �yang sudah usang diselenggarakan oleh masyarakat Gunungkidul , yang merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh para petani sehabis masa panen tiba. Rasulan atau higienis dusun dilaksanakan hampir di setiap dusun maupun desa yang ada di Kapubaten Gunungkidul, Daerah spesial Yogyakarta (DIY).

Rasulan biasanya berlangsung selama beberapa hari, diawali dengan kegiatan kerja bakti atau membersihkan lingkungan sekitar dusun ibarat memperbaiki jalan, menciptakan atau mengecat pagar pekarangan, serta membersihkan makam.

Atraksi Seni Budaya Dalam Tradisi Rasulan

Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul

Tidak hanya membersihkan lingkungan desa, puncak dari tradisi rasulan disemarakkan dengan aneka macam rangkaian kegiatan olahraga dan pertunjukan seni budaya. Berbagai tradisi dan atraksi seni budaya pada perayaan tradisi �rasulan di Gunungkidul �ini berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar negri, lo! Pada perayaan rasulan, pengunjung atau wisatawan disuguhkan pertunjukan seni dan budaya mulai dari kirab, doger, jathilan, wayang kulit, serta reog Ponorogo.

Pada tradisi rasulan, puncak keramaian biasanya terjadi pada dikala diselenggarakannya kegiatan kirab. Kirab yaitu semacam karnaval atau arak-arakan mengelilingi desa dengan membawa tumpengan atau menu berupa hasil panen ibarat pisang, jagung, padi, ayam panggang, dan sebagainya.

Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul Semarak Kemeriahan Tradisi Rasulan Di Gunungkidul

Setelah upacara persembahan tumpengan atau kirab, rasulan dilanjutkan dengan melaksanakan doa bersama di balai dusun untuk ketentraman dan keselamatan seluruh warga. Acara lalu dilanjutkan dengan kegiatan perebutan tumpengan, ini merupakan suatu tontonan yang menarik yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan.

Tradisi rasulan �merupakan aset budaya yang harus dipertahankan, alasannya yaitu dengan jiwa kebersamaan dan semangat gotong-royong, maka keharmonisan masyarakat sanggup terwujud. Selain sebagai sarana untuk memupuk semangat kekeluargaan, tradisi ini juga menjadi salah satu wadah untuk melestarikan kesenian kawasan Gunungkidul.